Cinta memang kadang bisa membuat bahagia, namun terkadang membuat luka yang begitu sakitnya,.
Inilah yang ku rasakan,.
Aku tidak pernah menyangka perjuangan cinta ku slama ini berahir hanya di pertmuan pertama,.
Dari kejauhan kota pontianak dengan sejuta harapan aku menemuinya di Banjarmasin,
Dan malam itu rupanya siring kota lah yang menjadi saksi bisu untuk yang pertama ku kecup kening mu, ku kecup bibir mu dan ku peluk tubuh mu, tapi ternyata itu juga untuk yang terakhir kali,.
Karena dalam itungan 1 kali 24 jam aku berangkat menuju kota Samarinda dengan membawa bekal benih cinta kita, agar tetap tumbuh teriring cita-cita yang ku datangi,.
Tetapi alangkah kecewanya hati ini, saat ku injakan kaki di kota tepian ini, kamu tlah katakan tak bisa lagi membalas cinta ku,.
Inikah yang kamu sebut ketulusan cinta kita????
Namun aku harus merelakan, karena inilah takdirku harus kehilangan wanita yang sudah ku yakini sebagai pelabuhan terakhir cinta ku, Namun ternyata AKU SALAH TAFSIR DI DALAM GARIS TAKDIR CINTAKU,.